แชร์

Cintamu Datang Terlambat
Cintamu Datang Terlambat
ผู้แต่ง: Aisyem

Bab 1

ผู้เขียน: Aisyem
"Lihat sendiri, 'kan? Dia pacarku."

Suasana di dalam ruangan seketika hening.

Wina Lesmana mengangkat dagunya. "Di ruangan ini, nggak ada satu pun yang nggak tahu siapa aku. Mulai sekarang, jauhi pacarku!"

Teman-teman masa kecil Mitha yang tadi masih bersorak dan menanyakan kapan dia dan Hansen akan menikah kini saling berpandangan. Setelah ragu beberapa saat, mereka malah mulai menyapa gadis itu satu per satu.

"Halo, Kak Wina."

Mitha seperti baru saja disiram seember air es. Seketika, seluruh tubuhnya terasa dingin dan kaku.

Bahkan rasa sakit di wajahnya pun terlupakan. Dia hanya berbalik dan menatap Hansen dengan tatapan kosong, menunggu pria itu memberikan penjelasan.

Hansen malah mengusap pergelangan tangan Wina sambil berkata tenang, "Mitha, dia masih muda. Sudah ngalah saja."

Saat itulah Mitha mengerti segalanya. Dia tertawa kecil, lalu berdiri dan menatap wanita di hadapannya. Wajah gadis itu memerah karena marah, tetapi kemiripannya dengan Mitha begitu jelas. Delapan puluh persen wajahnya hampir sama.

Dulu, seseorang pernah bertanya apakah Mitha takut Hansen akan mencari pengganti setelah dirinya pergi. Saat itu, dia hanya tersenyum kepada wartawan tersebut dan berkata, "Hansen pernah bilang, hidupnya adalah milikku."

Namun sekarang, pria itu benar-benar memiliki pengganti.

Bahkan, dia sudah jatuh hati pada wanita itu.

Jelas-jelas Mitha yang ditampar, tetapi Hansen justru berdiri melindungi Wina, seolah takut Mitha akan melakukan sesuatu kepada gadis itu. Kegembiraan yang sejak tadi memenuhi hati Mitha karena akhirnya kembali ke tanah air perlahan menghilang, digantikan rasa dingin yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

"Hansen, kamu tahu sendiri akibatnya kalau bikin aku marah. Hari ini, kalau dia nggak habisin sebotol alkohol ini, masalah ini nggak akan selesai."

Begitu Mitha selesai bicara, Hansen langsung mengambil botol alkohol yang ditunjuknya dan menenggaknya sampai habis. "Hari ini, Wina yang bersalah. Tapi dia nggak bisa minum, jadi aku yang minum sebagai permintaan maaf."

Setelah itu, Hansen menggendong Wina dan langsung meninggalkan ruangan tanpa menoleh sedikit pun. Sepanjang kejadian itu, dia sama sekali tidak melirik Mitha.

Dari luar ruangan terdengar keluhan kecil Wina, "Aku ini 'kan pacar resmi kamu. Memang dia pelakornya ...."

Pemandangan itu membuat mata Mitha terasa panas. Dia buru-buru memalingkan wajah.

Hansen punya penyakit lambung dan selama ini tidak pernah menyentuh alkohol. Namun sekarang, dia justru rela minum demi menggantikan orang lain.

Bahkan Mitha, pacar resminya, kini dianggap sebagai pelakor yang tidak tahu malu.

Mitha bisa mengalihkan pandangan, tetapi tidak bisa menghindari perasaan di dalam hatinya. Rasa nyeri di dadanya terasa seratus kali lebih menyakitkan daripada tamparan yang baru saja diterimanya.

Sesampainya di rumah, dia mengirim pesan pada seseorang yang tersimpan di kontaknya dengan nama "Z".

[Tolong selidiki dua orang ini. Wina Lesmana dan Hansen Fabian. Aku mau informasi sedetail mungkin.]

Setengah jam kemudian, informasi itu dikirimkan kepadanya.

Lampirannya berisi foto-foto dan linimasa yang sangat terperinci.

Ada foto mereka berdua tersenyum di bawah kembang api di tepi laut pada malam pergantian tahun.

Ada pula foto Hansen mengenakan pakaian santai dan menyelinap ke ruang kuliah kampus untuk menemani Wina mengikuti kelas, sementara jemari mereka saling bertaut di bawah meja.

Di atas kue ulang tahun Wina yang ke-18, tertulis dengan tulisan tangan, [Selamat menjadi dewasa, Wina.]

Saat Wina jatuh sakit, Hansen menjaganya semalaman di rumah sakit dengan mata sembap dan merah.

Semua yang dulu hanya Hansen lakukan dan katakan kepada Mitha, kini dia berikan pada wanita lain. Bahkan dengan kelembutan dan perhatian yang lebih besar.

Hati Mitha terasa dingin. Seolah-olah seluruh perasaannya telah membeku sedikit demi sedikit.

Jarinya kaku saat menggeser layar, tetapi wajahnya tetap tenang tanpa menunjukkan emosi.

Kotak percakapan kembali menampilkan pesan baru dari Z.

[Jadi, ini teman masa kecilmu yang selama ini nggak bisa kamu lupain? Menurutku, dia biasa saja.]

[Kenapa nggak sama aku saja?]

Tatapan Mitha berhenti pada baris terakhir. Sisa gejolak di matanya pun perlahan padam, hingga akhirnya tak meninggalkan apa-apa.

Ujung jarinya bergerak di atas layar dan mengetik balasan.

[Oke.]

[Lima hari lagi, kita ketemu di Kantor Catatan Sipil Hanaya.]

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Cintamu Datang Terlambat   Bab 15

    Pernikahan Mitha ditetapkan pada tanggal 17 Juli.Musim panas telah tiba di Hanaya. Teriknya matahari seakan memutihkan seluruh kota. Undangan dari Keluarga Janesa telah disebarkan, dan tidak ada satu keluarga pun yang menolaknya, tidak ada seorang pun yang absen. Semua orang ingin melihat seperti apa pria yang akhirnya berhasil membuat putri Keluarga Janesa ini menetapkan hatinya.Malam sebelum pernikahan, Jovie tidak tidur.Dia memeriksa seluruh rangkaian acara yang akan berlangsung esok hari hingga tiga kali. Mulai dari rute penjemputan pengantin hingga pencahayaan aula, dari waktu penggantian bunga hingga sudut penataan menara sampanye, semuanya dia periksa dan atur sendiri.Pukul empat dini hari, dia berdiri di tengah aula yang kosong. Lampu kristal di atas kepalanya belum dinyalakan, hanya beberapa lampu dinding yang memancarkan cahaya kekuningan redup. Dia berdiri lama dalam keheningan itu, seolah sedang memastikan semuanya sempurna, atau mungkin hanya enggan pergi.Saat fajar t

  • Cintamu Datang Terlambat   Bab 14

    Kabar pernikahan Mitha menyebar ke seluruh Hanaya hanya dalam semalam.Mawar merah Keluarga Janesa yang telah dirawat dan dimanjakan selama lebih dari dua puluh tahun itu akhirnya menikah. Identitas pria tersebut misterius. Konon, dia berasal dari keluarga terpandang dan memiliki penampilan yang menawan. Dia adalah teman lama yang telah dikenal Mitha sejak masa kuliahnya di luar negeri.Ucapan selamat mengalir deras ke kediaman Keluarga Janesa, sementara undangan demi undangan berdatangan. Semua orang ingin menghadiri pesta pernikahan ini dan melihat sendiri sosok luar biasa seperti apa yang akhirnya berhasil menaklukkan hati putri Keluarga Janesa.Keluarga Fabian tentu saja tidak terkecuali.Ketika ibu Hansen mendorong pintu kamar, seluruh ruangan gelap gulita. Tirai tertutup rapat, lampu tidak dinyalakan, dan udara dipenuhi aroma debu yang telah mengendap selama beberapa hari.Baru berjalan dua langkah, kakinya menendang sesuatu. Dia menunduk dan melihat sebuah kendi tanah liat. Kend

  • Cintamu Datang Terlambat   Bab 13

    Kabar kepulangan Mitha ke Hanaya tersebar luas bahkan sebelum setengah hari berlalu.Saat menerima telepon itu, Hansen sedang berada di luar kediaman Keluarga Janesa. Sejak malam itu, dia datang setiap hari. Penjaga gerbang tidak lagi menghalanginya, sementara Edwin juga tidak lagi menemuinya. Dia hanya meletakkan barang-barang yang dibawanya, berdiri sejenak di bawah jendela yang gelap itu, lalu pergi.Hari itu, yang dibawanya adalah kue kacang kesukaan Mitha.Telepon berdering. Suara di seberang hanya mengatakan satu kalimat, "Nona Mitha akan tiba malam ini. Nomor penerbangannya sudah saya kirim kepada Anda."Dia hampir langsung berlari menuju mobil.Pertama, dia pergi ke toko bunga. Dulu Mitha menyukai mawar putih. Saat berusia delapan belas tahun, dia pernah menulis di buku hariannya, "Hari ketika aku menerima mawar putih adalah hari ketika aku ingin menikah dengan Hansen."Dia membeli sembilan puluh sembilan tangkai mawar putih.Kemudian dia berkeliling kota untuk membeli manisan

  • Cintamu Datang Terlambat   Bab 12

    Saat terbangun, seberkas cahaya kelabu kebiruan menembus celah tenda dan jatuh ke wajah Mitha.Dia menoleh. Tempat di sampingnya sudah kosong, tetapi kantong tidur masih menyimpan sisa kehangatan tubuh. Dari luar terdengar samar suara aktivitas.Dia mengenakan jaket lalu keluar dari tenda. Udara dingin yang menusuk langsung menerpa wajahnya. Lereng tempat mereka berkemah menghadap ke timur. Garis cakrawala masih diselimuti biru pekat, tetapi siluet pegunungan bersalju sudah terlihat jelas.Jovie Setya berdiri membelakanginya. Tripod sudah terpasang, dan dia sedang menunduk mengatur lensa kamera. Jaket hitamnya basah oleh embun malam, beberapa helai rambutnya juga masih lembap. Entah sudah berapa lama dia berdiri di sana.Mendengar suara dari belakang, dia menoleh."Sudah bangun?"Dia menyerahkan termos kepada Mitha. Suhu minumannya pas seperti yang biasa dia sukai. Mitha menerimanya tanpa bertanya sejak kapan Jovie tahu kebiasaannya.Garis cakrawala mulai berwarna keemasan.Dia berdiri

  • Cintamu Datang Terlambat   Bab 11

    Telepon Wina masuk tujuh belas menit setelah informasi itu dikirim.Hansen menatap nama yang berkedip di layar, lalu mengangkatnya dan menyalakan pengeras suara."Hansen!" Suara Wina di seberang terdengar tercekat oleh tangis, tetapi kepanikannya tetap terdengar jelas. "Tiba-tiba ada banyak postingan fitnah tentang aku di forum kampus. Pasti Mitha. Dia memang nggak tahan lihat aku baik-baik saja. Dia bahkan masih ingin balas dendam padaku ...."Hansen bersandar di kepala ranjang, menundukkan kepala sambil mendengarkan."Begitu, ya?""Memang dia! Waktu itu juga dia yang nyebarin informasi palsu itu. Kali ini dia lebih keterlaluan lagi. Sekarang banyak orang nertawain aku. Hansen, kamu harus belain aku ....""Oke." Nada suara Hansen tetap tenang. "Terus, kamu ingin aku menghukum dia seperti apa?"Suara di seberang terdiam sejenak, seolah ingin memastikan bahwa Hansen tidak sedang bercanda."... Suruh dia berlutut di depan aula untuk minta maaf, lalu buat pengumuman ke seluruh kampus. Kay

  • Cintamu Datang Terlambat   Bab 10

    Hansen menerima kantong kertas cokelat yang disodorkan asistennya.Asistennya berdiri di sisi ranjang, seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi mengurungkan niat. Tanpa dia sadari, jari Hansen sudah membuka tali pengikat di mulut kantong tersebut.Halaman pertama.Isinya adalah laporan tentang insiden "fitnah" lima bulan lalu. Sebuah unggahan anonim di forum kampus Wina menuduh Wina sebagai pelakor yang merusak hubungan orang lain. Hansen masih ingat bagaimana hari itu dia menerobos masuk ke kediaman Keluarga Janesa dan menuding Mitha sambil menuduhnya menggunakan cara-cara keji.Laporan itu menunjukkan bahwa alamat IP yang digunakan untuk mengunggah tulisan tersebut memiliki kecocokan sangat tinggi dengan jaringan asrama yang biasa digunakan Wina.Jari Hansen terhenti.Halaman kedua.Gudang. Penculikan. Mitha ditutup matanya dan ditekan ke lantai yang kotor, sementara kilatan lampu kamera menembus kelopak matanya. Hansen masih ingat telepon itu, dengan suara napas terengah-engah dan ge

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status