Short
Cintamu Datang Terlambat

Cintamu Datang Terlambat

By:  AisyemCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
15Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada pesta penyambutan kepulangannya ke tanah air, Mitha Janesa, si mawar liar dari kalangan elite Hanaya, ditampar oleh seorang wanita yang mengaku sebagai pacar tunangannya. Mitha hanya tersenyum, merasa tuduhan itu sulit dipercaya. Hansen Fabian adalah teman masa kecilnya. Mereka tumbuh bersama, dan sejak kecil pria itu selalu ada bersamanya. Bahkan, Hansen pernah bersumpah bahwa dia tidak akan menikahi siapa pun selain Mitha. Selama lima tahun Mitha menempuh pendidikan di luar negeri, Hansen tak pernah lupa mengirimkan emas dan berlian dalam jumlah besar setiap kali Mitha berulang tahun. Dia bahkan sudah sembilan puluh sembilan kali terbang melintasi lautan hanya untuk menemui Mitha. Namun, karena tak ingin mengganggu studinya, Hansen selalu menjaga jarak, hanya memandanginya dari kejauhan. Selama itu pula, tak pernah ada wanita lain di sisi Hansen. Setiap perempuan yang mencoba mendekat selalu ditolaknya. Hari ini, Hansen bahkan sudah pergi menjemput Mitha sejak pagi. Dia memesan 9.999 tangkai mawar dan memilih "Nirwana", klub privat paling mewah di Hanaya, sebagai tempat untuk menyambut kepulangan Mitha. Dia ingin menunjukkan kepada seluruh dunia betapa dia memanjakan Mitha. Lantas, bagaimana mungkin pria seperti itu berselingkuh? Mitha memang bukan orang yang pandai menahan amarah. Dia membalas tamparan gadis itu, lalu menyuruh para pengawal mengusirnya dari pesta. "Dasar pelakor nggak tahu malu! Sudah setua ini masih makan sama pacar orang lain!" Gadis itu tentu saja tidak terima. Sebelum para pengawal sempat menghampiri, dia kembali mengangkat tangan untuk menampar Mitha. Namun, pergelangan tangannya lebih dulu dicengkeram oleh Hansen yang baru saja tiba. "Hansen, dia bilang dia itu ...." Mitha menghela napas lega dan hendak menjelaskan apa yang terjadi. Namun, sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, dia melihat gadis itu berjinjit dan mengecup pipi Hansen.

View More

Chapter 1

Bab 1

"Lihat sendiri, 'kan? Dia pacarku."

Suasana di dalam ruangan seketika hening.

Wina Lesmana mengangkat dagunya. "Di ruangan ini, nggak ada satu pun yang nggak tahu siapa aku. Mulai sekarang, jauhi pacarku!"

Teman-teman masa kecil Mitha yang tadi masih bersorak dan menanyakan kapan dia dan Hansen akan menikah kini saling berpandangan. Setelah ragu beberapa saat, mereka malah mulai menyapa gadis itu satu per satu.

"Halo, Kak Wina."

Mitha seperti baru saja disiram seember air es. Seketika, seluruh tubuhnya terasa dingin dan kaku.

Bahkan rasa sakit di wajahnya pun terlupakan. Dia hanya berbalik dan menatap Hansen dengan tatapan kosong, menunggu pria itu memberikan penjelasan.

Hansen malah mengusap pergelangan tangan Wina sambil berkata tenang, "Mitha, dia masih muda. Sudah ngalah saja."

Saat itulah Mitha mengerti segalanya. Dia tertawa kecil, lalu berdiri dan menatap wanita di hadapannya. Wajah gadis itu memerah karena marah, tetapi kemiripannya dengan Mitha begitu jelas. Delapan puluh persen wajahnya hampir sama.

Dulu, seseorang pernah bertanya apakah Mitha takut Hansen akan mencari pengganti setelah dirinya pergi. Saat itu, dia hanya tersenyum kepada wartawan tersebut dan berkata, "Hansen pernah bilang, hidupnya adalah milikku."

Namun sekarang, pria itu benar-benar memiliki pengganti.

Bahkan, dia sudah jatuh hati pada wanita itu.

Jelas-jelas Mitha yang ditampar, tetapi Hansen justru berdiri melindungi Wina, seolah takut Mitha akan melakukan sesuatu kepada gadis itu. Kegembiraan yang sejak tadi memenuhi hati Mitha karena akhirnya kembali ke tanah air perlahan menghilang, digantikan rasa dingin yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

"Hansen, kamu tahu sendiri akibatnya kalau bikin aku marah. Hari ini, kalau dia nggak habisin sebotol alkohol ini, masalah ini nggak akan selesai."

Begitu Mitha selesai bicara, Hansen langsung mengambil botol alkohol yang ditunjuknya dan menenggaknya sampai habis. "Hari ini, Wina yang bersalah. Tapi dia nggak bisa minum, jadi aku yang minum sebagai permintaan maaf."

Setelah itu, Hansen menggendong Wina dan langsung meninggalkan ruangan tanpa menoleh sedikit pun. Sepanjang kejadian itu, dia sama sekali tidak melirik Mitha.

Dari luar ruangan terdengar keluhan kecil Wina, "Aku ini 'kan pacar resmi kamu. Memang dia pelakornya ...."

Pemandangan itu membuat mata Mitha terasa panas. Dia buru-buru memalingkan wajah.

Hansen punya penyakit lambung dan selama ini tidak pernah menyentuh alkohol. Namun sekarang, dia justru rela minum demi menggantikan orang lain.

Bahkan Mitha, pacar resminya, kini dianggap sebagai pelakor yang tidak tahu malu.

Mitha bisa mengalihkan pandangan, tetapi tidak bisa menghindari perasaan di dalam hatinya. Rasa nyeri di dadanya terasa seratus kali lebih menyakitkan daripada tamparan yang baru saja diterimanya.

Sesampainya di rumah, dia mengirim pesan pada seseorang yang tersimpan di kontaknya dengan nama "Z".

[Tolong selidiki dua orang ini. Wina Lesmana dan Hansen Fabian. Aku mau informasi sedetail mungkin.]

Setengah jam kemudian, informasi itu dikirimkan kepadanya.

Lampirannya berisi foto-foto dan linimasa yang sangat terperinci.

Ada foto mereka berdua tersenyum di bawah kembang api di tepi laut pada malam pergantian tahun.

Ada pula foto Hansen mengenakan pakaian santai dan menyelinap ke ruang kuliah kampus untuk menemani Wina mengikuti kelas, sementara jemari mereka saling bertaut di bawah meja.

Di atas kue ulang tahun Wina yang ke-18, tertulis dengan tulisan tangan, [Selamat menjadi dewasa, Wina.]

Saat Wina jatuh sakit, Hansen menjaganya semalaman di rumah sakit dengan mata sembap dan merah.

Semua yang dulu hanya Hansen lakukan dan katakan kepada Mitha, kini dia berikan pada wanita lain. Bahkan dengan kelembutan dan perhatian yang lebih besar.

Hati Mitha terasa dingin. Seolah-olah seluruh perasaannya telah membeku sedikit demi sedikit.

Jarinya kaku saat menggeser layar, tetapi wajahnya tetap tenang tanpa menunjukkan emosi.

Kotak percakapan kembali menampilkan pesan baru dari Z.

[Jadi, ini teman masa kecilmu yang selama ini nggak bisa kamu lupain? Menurutku, dia biasa saja.]

[Kenapa nggak sama aku saja?]

Tatapan Mitha berhenti pada baris terakhir. Sisa gejolak di matanya pun perlahan padam, hingga akhirnya tak meninggalkan apa-apa.

Ujung jarinya bergerak di atas layar dan mengetik balasan.

[Oke.]

[Lima hari lagi, kita ketemu di Kantor Catatan Sipil Hanaya.]

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
15 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status