"Papa!" pekik Zea histeris, suaranya pecah di antara deru alat medis yang mengamuk liar. "Dok, apa yang terjadi pada Papa? Kenapa dia jadi seperti itu?!"Daren langsung menarik tubuh istrinya ke dalam dekapannya, membawa Zea mundur selangkah dari ranjang isolasi. Sembari mendekap erat sang istri yang gemetar ketakutan, manik mata tajam Daren membelalak ngeri menatap tubuh Bastian yang melengkung ekstrem. Tanpa bisa menahan emosinya lagi, Daren melangkah maju dan mencengkeram kerah jas dr. Aris dengan kuat."Apa-apaan ini, Aris?!" bentak Daren murka, suaranya menggelegar memenuhi ruangan steril."Tunggu, Tuan Daren. Tenanglah!" sergah dr. Aris panik sambil mengangkat kedua tangannya, napasnya tersenggal hebat di bawah cengkeraman sang bos. "Ini reaksi penolakan sesaat! Tubuhnya sedang melawan racun yang mengakar!""Zea..."Sebuah suara serak tiba-tiba mengalun pelan di udara, memotong kepanikan yang nyaris meruntuhkan kewarasan mereka.Semua gerakan di dalam ruangan itu mendadak ter
Huling Na-update : 2026-10-05 Magbasa pa