Bau disinfektan khas rumah sakit tertangkap indra penciuman begitu pintu ruang pemeriksaan VIP tertutup rapat. Zea meremas ujung kardigan rajutnya berulang-ulang, jemarinya yang dingin saling bertaut dengan gelisah sementara tatapannya terpaku pada lantai keramik putih yang mengkilap."Kau gemetar, Zea," suara bariton Daren memecah keheningan kecil di antara mereka. Pria itu bergeser lebih dekat di atas sofa medis, lalu meraih tangan kiri istrinya yang berkeringat dingin untuk digenggam erat di dalam kepalan hangat telapak tangannya."Aku... aku hanya merasa sedikit lemas, Daren. Mungkin karena perjalanan tadi," jawab Zea pelan, suaranya terdengar tercekat di tenggorokan saat ia berusaha menarik sudut bibirnya membentuk senyuman tipis yang kaku.Daren terkekeh rendah, sebuah tawa maskulin yang terdengar begitu tulus dan asing bagi telinga Zea. Pria berdarah dingin itu mengusap punggung tangan Zea dengan ibu jarinya secara berulang-ulang, menyalurkan kehangatan yang justru membuat dad
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-10-02 อ่านเพิ่มเติม