"Sial, kau menjebakku, Daren...""Aku menginginkanmu, Daren... kumohon," rintih Zea. Ia tidak lagi mencoba berpura-pura kuat atau mengejek. Saat ini, ia hanyalah seorang wanita yang terpancing dan sangat menginginkan sentuhan suaminya.Daren melepaskan pakaiannya sendiri dengan cepat, membuangnya begitu saja ke lantai. Saat tubuh polosnya terpampang, Zea bisa melihat kejantanan pria itu yang sudah menegang sempurna, berdenyut penuh gairah.Daren kembali mendekat, ia memosisikan dirinya di antara kedua kaki Zea yang kini terbuka lebar. Ia menatap mata Zea, memastikan bahwa istrinya benar-benar siap untuk penyatuan ini."Aku akan melakukannya perlahan, Sayang. Jika kau merasa tidak nyaman, katakan padaku," ujar Daren dengan nada protektif.Zea tidak menjawab dengan kata-kata, ia justru melingkarkan kakinya di pinggang Daren, menarik pria itu agar semakin rapat. "Lakukan sekarang, Daren."Daren tersenyum, lalu dengan
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-10-10 อ่านเพิ่มเติม