Sisca membimbing Zea menuruni anak tangga satu per satu. Di ruang tamu yang luas, suasana hangat sudah tercipta. Di sana telah berkumpul Bastian, William Elvano, Helena Elvano, dan tentu saja Daren Elvano yang duduk tegap dalam balutan jas hitam elegan.Helena menyadari kehadiran mereka lebih dulu. Wajah cantiknya seketika berbinar cerah. Wanita paruh baya itu langsung berdiri dari duduknya dan melangkah menyambut Zea."Ayo sayang, sini duduk dekat Tante," sapa Helena sangat ramah, merengkuh lembut bahu Zea.Zea hanya bisa memberikan senyum canggung, mengangguk pelan. "Iya, Tante.""Lihatlah dirimu, Zea," puji Helena sembari menatap wajah Zea dengan binar penuh kekaguman saat mereka berdua duduk berdampingan di sofa. "Kau makin hari makin cantik saja. Dilihat-lihat, wajahmu mirip denganku waktu muda dulu."Sisca terkekeh pelan mendengar seloroh calon besannya. "Jelas saja mirip, Helena. Kau kan calon ibunya juga sebentar lagi.""Ah, kau benar sekali, Sisca," sahut Helena tertawa keci
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-29 อ่านเพิ่มเติม