"Daren! Kenapa kau sangat pemaksa?"Zea menyeret fisiknya yang kesusahan melintasi lorong megah kediaman Elvano. Tangannya masih dalam cengkeraman erat Daren, ditarik paksa masuk melewati pintu depan yang sangat besar."Kau ini benar-benar tidak punya sopan santun ya." gerutu Zea tanpa jeda, suara melengkingnya memenuhi ruang foyer yang berlangit-langit tinggi. "Daren Elvano! Lepaskan tanganku! Aku bilang lepas!""Bicaralah sesukamu, Zea. Suaramu tidak akan membuat peganganku lepas," sahut Daren dingin tanpa membalikkan badan sedikit pun."Dasar pria mesum, diktator, gila!""Zea? Ya ampun, ini Zea kan?"Omelan panjang yang sudah bersiap keluar dari mulut Zea seketika terhenti di udara. Langkahnya mendadak membeku.Dari arah ruang keluarga, seorang wanita paruh baya berpenampilan sangat anggun melangkah cepat menghampiri mereka. Helena Elvano mengulas senyum lebar yang begitu hangat, matanya berbinar murni melihat kehadiran Zea di rumahnya."Halo, Tante," sapa Zea spontan. Wajah galakn
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-02 อ่านเพิ่มเติม