Daren melemparkan tubuh Zea ke atas kasur berukuran king size di kamar utama.Kasur empuk itu bergetar hebat saat Zea terhempas. Belum sempat Zea memperbaiki posisinya untuk bangkit, Daren sudah menindihnya. Kedua tangan pria itu mengunci pergelangan tangan Zea di atas kepala, menahan setiap gerak perlawanannya."Kau pikir kau bisa menilai aku sesukamu, Zea?" desis Daren dengan suara bariton yang bergetar karena emosi. Sorot matanya membakar, menatap lurus ke dalam manik mata Zea yang menyipit murka. "Aku akan membuktikan padamu, siapa yang memegang kendali atas tubuh ini.""Lepaskan aku, brengsek," geram Zea. Ia menghentakkan kakinya, mencoba memutar tubuh untuk terbebas dari kunkungan Daren. "Kau pikir dengan cara kasar begini aku akan tunduk? Tidak akan pernah.""Kau milikku, Zea," bisik Daren tepat di depan bibir Zea, napasnya yang memburu terasa begitu panas. "Mau kau suka atau tidak, kau tetap milikku."Namun, tepat sebelum Daren sempat mendaratkan kecupan bernada ancaman itu ke
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-08 อ่านเพิ่มเติม