Zea tidak membuang waktu lagi. Begitu selesai memarahi para tamu dan membuat mereka terdiam canggung, ia langsung memutar tubuhnya dan berlutut di atas lantai marmer dingin tepat di hadapan Daren.Alex yang berdiri di samping mereka bergerak cepat. Ia mengambil posisi membelakangi pasangan itu, melebarkan tubuhnya sedemikian rupa untuk menutupi pandangan orang-orang serta menghalangi kilatan kamera yang masih mencoba membidik diam-diam."Hei, tenanglah. Aku di sini," bisik Zea dengan suara gemetar, diliputi rasa iba melihat kondisi pria angkuh itu yang kini begitu rentan.Tanpa memedulikan tatapan orang-orang, Zea langsung merengkuh bahu lebar Daren dan memeluknya erat-erat. Jemari mungilnya bergerak aktif, melakukan spam sentuhan, mengelus punggung Daren yang tegang, mengusap lehernya, hingga menangkup kedua pipi Daren yang terasa hangat dan memerah."Tenang, Daren. Tarik napasmu perlahan," ucap Zea lembut, membelai garis rahang Daren berulang kali. "Lihat aku, tenang."Daren merinti
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-31 อ่านเพิ่มเติม