Virly ingin berlari, tetapi dicegat oleh si pria kurus."Kenapa buru-buru sekali? Foto-fotomu sudah tersebar di internet, masa masih takut dilihat orang?"Pria gemuk itu memutari dari samping, lalu mengulurkan tangan hendak menyentuh wajahnya. "Biar aku lihat, apakah aslinya sama menggoda seperti di foto."Virly mati-matian menekan kepanikan di dalam hatinya, lalu tanpa sadar menghubungi kontak daruratnya. Nomor itu adalah nomor Niel.Saat mengatur kontak itu sebelumnya, Niel pernah berjanji dengan penuh keyakinan, "Virly, kalau kamu dalam bahaya, tekan nomor ini. Nggak peduli aku di mana, aku pasti akan datang secepatnya."Setelah telepon tersambung, dia baru hendak berbicara, tetapi terdengar suara manja Erica dari seberang."Niel, jangan nakal lagi .... Ada telepon ...."Niel menjawab dengan suara samar, "Biarkan saja."Setelah itu, terdengar suara gesekan pakaian yang bercampur dengan rengekan manja Erica. Detik berikutnya, telepon itu diputus begitu saja.Melihat kedua pria itu me
Read more