Share

Musim Semi Setelah Pernikahan yang Menyakitkan
Musim Semi Setelah Pernikahan yang Menyakitkan
Author: Charleet

Bab 1

Author: Charleet
"Kamu tahu Niel mengajak Erica ke hotel buat menyewa kamar, 'kan? Bukannya melabrak dia, kamu malah menyiksa dirimu sendiri di sini?"

Virly tidak melawan. Dia hanya mengangkat pandangan menatap Gwen dengan tenang. "Aku tahu. Bahkan kamar itu aku yang pesankan untuk dia."

"Suite presiden, menghadap sungai. Erica suka bunga mawar, jadi aku menulis di catatan reservasi agar mereka menyiapkan kelopak mawar di bathtub."

Gwen menatapnya dengan tak percaya. "Kamu yang pesankan buat dia?"

"Kamu lupa ya? Dulu demi kamu, dia rela menjaga jarak dari semua wanita, menjadikan tanggal ulang tahunmu sebagai kode sandi ponselnya. Bahkan ketika rapat belum selesai, dia tetap akan mengangkat teleponmu dengan alasan kalau 'istriku mencariku'."

Beberapa wanita bangsawan di dalam ruangan juga ikut menyahut.

"Benar! Dulu waktu Niel meninggalkan kehidupan liarnya dan mengejarmu, seluruh kota sampai dibuat iri!"

"Masih ingat waktu dia menggandeng tanganmu di pesta amal dan berkata, 'Nona Besar Keluarga Saputra hanya ada satu'? Waktu itu wajah Vinka sampai memucat!"

"Dulu Niel sangat memanjakanmu. Di ulang tahunmu yang ke-20, dia bahkan menggunakan drone untuk merangkai namamu di langit malam, lalu berlutut dengan satu kaki untuk menyatakan cinta. Kenapa sekarang jadi begini?"

Jari-jari Gwen yang mencengkeram pergelangan tangan Virly menjadi semakin erat. "Virly, dengarkan aku. Kita pergi cari dia sekarang!"

"Kamu sudah bertahan selama ini. Kamu nggak boleh menyerahkannya ke Erica cuma karena dia lupa padamu setelah kecelakaan."

Virly melihat kecemasan di wajah Gwen, tetapi hanya tersenyum mengejek dirinya sendiri. Benar, bagaimana mereka bisa sampai pada titik ini?

Saat dia dan Niel saling mencintai begitu dalam, Niel mengalami kecelakaan. Setelah sadar, satu-satunya orang yang dia lupakan adalah Virly.

Virly mencoba segala cara untuk memulihkan ingatan Niel. Dia mengeluarkan ratusan foto mereka bersama dan menjelaskan satu per satu kisah di balik setiap foto, tetapi Niel hanya menatapnya dengan tenang, menunjuk foto-foto itu dan berkata, "Hasil fotonya bagus."

Dia membawanya ke aula pesta termewah di Kota Japora, lalu menceritakan bagaimana dulu Niel menyatakan cintanya kepadanya di tempat itu dengan suara tercekat.

Niel mendengarkan dengan tenang sampai selesai, tetapi hanya berkata bahwa dekorasinya bagus, lalu bertanya kepadanya, "Masih ada tempat lain yang mau dikunjungi?"

Bahkan setelah Niel keluar dari rumah sakit dan jatuh cinta kepada Vinka, lalu menggunakan cara yang sama persis seperti ketika dia mengejar Virly untuk mengejar Vinka, Virly tetap tidak pernah berpikir untuk menyerah.

Dia percaya bahwa suatu hari nanti Niel pasti akan mengingat semuanya.

Sampai akhirnya, dia memergoki Niel dan Vinka bercumbu dengan penuh gairah di kamar pengantin mereka.

Menghadapi pertanyaannya yang penuh histeria, Niel hanya merespons dengan dingin, "Kalau sudah puas buat keributan, keluar. Jangan menakuti Vinka."

Hati Virly benar-benar hancur. Dia nekat mengabaikan peringatan itu dan menyuruh seseorang mengantar Vinka ke bandara agar wanita itu pergi ke luar negeri.

Siapa sangka, pesawat itu mengalami kecelakaan dan Vinka tewas dalam musibah itu.

Sejak saat itu, Niel membencinya sepenuh hati. Di pesta-pesta, semua orang menyindir dan menuduhnya telah menyebabkan kematian Vinka. Niel hanya duduk di samping, menatap dengan dingin saat Virly menjadi sasaran dan bahan pembicaraan.

Saat acara minum-minum, para anak orang kaya yang mabuk berulang kali memanfaatkan kesempatan untuk mengganggu dan mengambil keuntungan darinya. Niel hanya berpura-pura tidak melihat, membiarkannya menanggung sendiri segala penghinaan dan rasa malu.

Bahkan Niel sengaja membiarkan diri sendiri terjerumus, berpesta pora setiap malam, menggunakan hubungan cintanya yang tak terkendali untuk perlahan-lahan menyiksa sisa ketulusan Virly.

Virly yang awalnya histeris pun perlahan menjadi mati rasa, hingga akhirnya dikenal sebagai istri "penurut" di kalangan mereka. Namun, di dalam hatinya masih tersisa sedikit harapan.

Sampai pada jamuan Keluarga Thajeb, Niel membawa seorang wanita bernama Erica. Penampilan Erica ternyata 70% mirip dengan Vinka.

Pada saat itu, Virly akhirnya mengerti. Sekalipun tidak ada Vinka, tetap akan ada banyak wanita pengganti yang memiliki kemiripan dengannya.

Dia berniat menemui Niel untuk menjelaskan bahwa penerbangan Vinka waktu itu bukanlah sesuatu yang sengaja dia lakukan untuk mencelakainya, sekaligus memberikan akhir bagi hubungan mereka.

Namun, ketika sampai di luar ruang kerja, dia justru mendengar percakapan antara Niel dan asistennya dari dalam. Setiap kata terdengar begitu jelas dan menghantam hatinya dengan keras.

"Pak Niel, kenapa harus menyiksa Bu Virly seperti ini? Setelah bertahun-tahun memperlakukannya dengan dingin, sudah waktunya Bapak melepaskan masa lalu."

"Melepaskan?" Sudut bibir Niel terangkat membentuk senyuman dingin. "Mana mungkin aku bisa melepaskannya?"

"Orang yang menyelamatkanku waktu itu bukan Virly. Orang itu adalah Vinka. Aku mengira dia adalah penyelamatku, jadi aku memanjakannya dalam segala hal. Ketika akhirnya aku sadar dan mengetahui orang yang menyelamatkanku adalah Vinka, semuanya sudah sulit untuk diputarbalikkan."

Suara asistennya terdengar ragu. "Jadi ... Bapak memanfaatkan kecelakaan itu dan sengaja berpura-pura kehilangan ingatan?"

Di luar pintu, Virly hampir mengira dirinya sedang berhalusinasi. Kehilangan ingatan itu ternyata hanya pura-pura?!

Di dalam ruang kerja, Niel mematikan rokok di tangannya. Sorot matanya dipenuhi sedikit kerinduan. "Kalau aku nggak pura-pura kehilangan ingatan, gimana aku bisa memanjakan Vinka dengan terang-terangan?"

Dia terdiam sejenak, lalu nada bicaranya tiba-tiba menjadi suram. "Tapi aku nggak nyangka dia berani mengirim Vinka pergi hingga akhirnya menyebabkan Vinka meninggal."

Asistennya terdiam sejenak sebelum kembali bertanya dengan suara pelan, "Lalu, apa yang akan Bapak lakukan sekarang? Kalau Bu Virly mengetahui kebenarannya, beliau pasti ...."

Niel tiba-tiba memotongnya. Tatapan dan ekspresinya dipenuhi kekejaman serta obsesi. "Apa yang akan kulakukan? Karena dia yang menyebabkan kematian Vinka, dia harus menanggung akibatnya!"

"Aku ingin membuatnya terperangkap dalam pernikahan ini, membuatnya menderita, dan menebus dosa-dosanya pada Vinka."

Virly membeku di tempat. Seluruh darah di tubuhnya seakan mendadak menjadi es.

Ternyata sejak awal, semua kebaikan yang diberikan Niel kepadanya hanya karena dia salah mengenali orang. Ternyata Niel tidak benar-benar kehilangan ingatan.

Selama tujuh tahun ini, semua pengabaian dan penyiksaan yang dia terima adalah hukuman yang telah Niel rencanakan dengan matang.

Jika pernikahan ini hanya menyisakan dendam dan luka, dia tidak akan lagi mempertahankannya.

Malam itu juga, Virly menyusun surat perjanjian cerai dan diam-diam menyelipkannya ke dalam kontrak proyek yang membutuhkan tanda tangan Niel.

Seperti yang diduga, Niel bahkan tidak melihatnya dan langsung menandatanganinya. Kini, hanya tersisa 20 hari sebelum dia pergi.

Virly menarik kembali pikirannya dan melihat Gwen yang masih tampak cemas. Dengan nada tenang, dia berkata, "Gwen, nggak perlu membujukku lagi. Aku tahu apa yang kulakukan."

Dia menarik tangannya kembali, mengeluarkan sebuah kartu dari tas, lalu melemparkannya ke atas meja. "Tagihannya sudah dibayar. Kalian semua bubar saja."

Setelah berkata demikian, dia tidak lagi melihat reaksi orang-orang di sana dan berbalik pergi.

Setelah kembali ke vila Keluarga Thajeb, Virly selesai mandi dan baru saja berbaring. Tiba-tiba, ponselnya mulai bergetar hebat.

Dalam keadaan setengah mengantuk, dia mengangkat telepon. Suara Niel terdengar dingin sekaligus tergesa-gesa dari seberang.

"Cepat datang ke Rumah Sakit Trinadi."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Musim Semi Setelah Pernikahan yang Menyakitkan   Bab 20

    Pada hari Virly menyerahkan draf final untuk seri terbaru desainnya yang berjudul "Kelahiran Kembali", salju pertama sejak awal musim dingin turun di Paris.Malam itu, Louie memesan sebuah restoran Prancis. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Virly bisa bersantai dan minum cukup banyak anggur.Saat keluar dari restoran, langkahnya sedikit limbung, tubuhnya terhuyung. Louie pun mengulurkan tangan untuk merangkul pinggangnya. Nadanya terdengar pasrah sekaligus penuh perhatian. "Pelan-pelan, jangan sampai jatuh."Virly menatap Louie dengan tatapan kosong, lalu tiba-tiba bertanya, "Louie, kenapa kamu begitu baik padaku?"Louie tidak langsung menjawab. Dia melepas mantel yang dikenakannya, menyampirkannya ke bahu Virly, lalu membantu merapikan kerahnya."Pertama kali aku melihat portofoliomu, aku langsung berpikir, orang ini pasti menyimpan banyak hal yang nggak bisa diungkapkan.""Lalu ketika melihatmu di kantor, meski kamu tersenyum dan menyapaku, matamu justru dipenuhi jarak. Seja

  • Musim Semi Setelah Pernikahan yang Menyakitkan   Bab 19

    Pada minggu pertama setelah Niel kembali ke tanah air, dia mengurung diri di kantor dan menyelesaikan tumpukan dokumen yang telah tertunda selama hampir sebulan.Pada minggu kedua, dia mulai mengalami insomnia. Setiap malam dia berbaring di ranjang besar di kamar utama. Sisi di sebelahnya kosong. Dia terus membolak-balikkan badan karena tidak bisa tidur.Belakangan, dia bahkan tidak tidur sama sekali. Dia pergi ke ruang kerja, menyalakan komputer, lalu menelusuri berbagai proyek tanggung jawab sosial perusahaan.Dulu, dia menganggap semua itu hanya pencitraan. Cukup mengambil foto, masuk berita, lalu selesai. Namun sekarang, dia membacanya halaman demi halaman.Dia membaca laporan permohonan bantuan dari sekolah-sekolah di daerah pegunungan terpencil, membaca surat ucapan terima kasih yang ditulis para siswa dari keluarga miskin, serta melihat foto anak-anak yang mengenakan jaket katun lusuh sambil memegang papan bertuliskan "Terima kasih, Paman dan Bibi".Dia teringat ucapan Virly bah

  • Musim Semi Setelah Pernikahan yang Menyakitkan   Bab 18

    Saat menerima telepon dari rumah sakit, Virly sedang merapikan lembar-lembar desain di atas meja.Suara perawat di seberang telepon terdengar agak tak berdaya. "Bu Virly, Pak Niel sudah sadar. Beliau bersikeras ingin bertemu dengan Anda dan menolak menerima perawatan. Kalau terus begini, kondisinya bisa memburuk."Mungkin melihat keraguannya, Louie meletakkan dokumen di tangannya dan berkata dengan lembut, "Aku temani kamu ke sana. Anggap saja sebagai penutup semuanya."Meski enggan, Virly tetap tidak sanggup melihat Niel menolak perawatan. Dia pun pergi bersama Louie menuju rumah sakit.Dalam perjalanan ke rumah sakit, Virly bersandar di jendela mobil dan teringat bahwa saat mereka masih berpacaran, Niel juga pernah menggunakan cara seperti ini.Saat itu mereka bertengkar. Niel demam dan tidak mau minum obat, bahkan bersikeras bahwa dia baru mau menjalani pengobatan jika Virly datang menemuinya.Setelah Virly datang, dia menggenggam tangan Virly dan berkata, "Aku tahu kamu peduli pada

  • Musim Semi Setelah Pernikahan yang Menyakitkan   Bab 17

    Dalam perjalanan pulang, suara Virly dipenuhi rasa bersalah. "Terima kasih, Louie. Aku malah merepotkanmu lagi."Louie tersenyum lembut. "Kamu sadar nggak, kamu terus-terusan berterima kasih padaku?"Pipi Virly sedikit memerah, tatapannya menghindar. "Aku hanya merasa nggak enak terus merepotkanmu. Lagi pula, kita juga nggak bisa dibilang ....""Nggak bisa dibilang apa? Akrab?" Louie melanjutkan ucapannya dengan nada sedikit tak berdaya. "Aku nggak pernah merasa kalau kamu merepotkanku kok."Nada bicaranya serius. "Aku melakukan semuanya dengan sukarela."Dia terdiam sejenak sebelum menambahkan, "Virly, aku nggak ingin kamu bersikap sungkan seperti ini padaku. Aku juga nggak ingin hanya menjadi orang yang selalu kamu beri ucapan terima kasih."Mata Virly sedikit memerah. "Aku nggak sengaja bersikap seperti ini. Hanya saja, sebelumnya nggak pernah ada orang yang memperlakukanku seperti ini."Dia teringat saat berada di Keluarga Thajeb, ketika dia selalu berusaha menyenangkan semua orang

  • Musim Semi Setelah Pernikahan yang Menyakitkan   Bab 16

    Hari-hari berikutnya, Louie semakin perhatian kepada Virly.Saat Virly menemui hambatan dalam desain dan merasa kebingungan, Louie membimbingnya dengan sabar.Saat mereka pulang kerja bersama, Louie selalu berjalan di sisi yang menghadap jalan, terus melindungi keselamatannya.Ketika Virly sesekali menyebut toko mana yang menjual kue kastanye yang enak, keesokan harinya selalu ada sebuah kotak kecil di atas mejanya.Kehangatan ini datang perlahan tanpa tergesa-gesa, sedikit demi sedikit menghangatkan hati Virly yang telah lama membeku.Suatu hari, Gwen tiba-tiba menelepon. Awalnya dia menanyakan kabar Virly di Paris dengan penuh perhatian dan mengingatkannya agar menjaga diri baik-baik.Tak lama kemudian, topiknya berubah."Virly, kamu sudah lihat beritanya?""Foto-foto pribadi Erica terekspos, semua perbuatannya juga terbongkar. Kudengar Niel bahkan mengirimnya ke rumah sakit jiwa."Gwen terdiam sejenak, lalu menambahkan, "Niel juga ... akhir-akhir ini dia benar-benar seperti orang gi

  • Musim Semi Setelah Pernikahan yang Menyakitkan   Bab 15

    Setelah selesai membaca surat dari Niel, pandangan Virly tertuju pada bros yang sudah diperbaiki di samping tangannya, lalu pikirannya melayang.Kenangan-kenangan yang selama ini telah memudar tiba-tiba kembali membanjiri pikirannya. Dia teringat sosok ibu angkatnya yang menggenggam tangannya menjelang ajal dan berpesan agar dia menjaga dirinya baik-baik.Teringat dirinya saat baru menikah dan masuk ke Keluarga Thajeb. Saat itu, dia penuh harapan. Dia mengurus rumah tangga dengan baik, selalu mengalah dan memaklumi.Juga malam-malam yang tak terhitung jumlahnya ketika dia menunggu Niel pulang, sementara makanan di meja berkali-kali dipanaskan. Hari-harinya sunyi dan sepi."Kalau memang masih belum bisa melepaskannya, kamu nggak perlu memaksakan diri." Louie meletakkan segelas air hangat di samping tangannya dengan lembut. "Kalau kamu masih ingin menjelaskan semuanya ke dia, aku bisa menemanimu."Virly tersadar dan menggeleng pelan. "Bukan belum bisa melepaskannya. Cuma waktu lihat bros

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status