"Simpan dulu kuncinya, Wen. Nanti kita cek bareng-bareng setelah semua koper masuk," bisik Tama pelan, mengusap puncak kepala Weni dengan lembut sebelum memasukkan kunci kuningan itu ke saku celananya.Weni mengangguk manja dengan mata berbinar, membiarkan Tama melangkah menuju bagian belakang SUV hitam untuk membukakan pintu bagasi.Hawa dingin pegunungan yang menyegarkan merayap masuk, menyapa kulit saat pintu bagasi SUV terbuka lebar. Bangunan vila dua lantai bernuansa kayu jati modern berdiri megah di hadapan mereka, dikelilingi pepohonan pinus tinggi yang membuat udara Puncak terasa kian sejuk."Wah, udaranya segar banget, Ma! Jauh beda sama panasnya Jakarta!" seru Wanda gembira seraya melepaskan selendang tipisnya dan menghirup napas dalam-dalam."Iya, Wanda. Pilihan vila Mama kali ini memang cocok sekali buat kita relaksasi," sahut Diana anggun, melangkah mendekati teras berbatu alam.Tama langsung mengambil posisi penopang utama. Tanpa menu
Last Updated : 2026-10-11 Read more