Suara kepakan air bergelombang halus beradu dengan desisan lembut uap hangat yang membumbung tinggi ke langit-langit batu area bawah tanah.Tama melangkah menuruni anak tangga semen basah secara perlahan, membiarkan air kolam bersuhu tiga puluh delapan derajat Celsius itu membelai kulit kakinya hingga merayap naik ke dada tegapnya.Sensasi hangat yang pas langsung menyergap pori-pori kulit Tama, melemaskan setiap jengkal otot tubuhnya yang sempat kaku akibat hawa dingin Puncak di lantai atas."Nah, gitu dong turun! Masa dari tadi cuma berdiri melotot di atas kayak patung penjaga gerbang," seloroh Wina sambil menyipratkan sedikit air ke arah dada bidang Tama."Awas ya, Mbak Wina, cipratan airnya bikin mata perih kalau kena langsung," balas Tama tersenyum tipis sambil mengusap sisa air di dadanya.'Dikepung empat bidadari ber-swimsuit di kolam hangat segede gini rasanya kayak lagi direbus hidup-hidup di kawah candradimuka, tapi minus siksaan dosa,' b
Last Updated : 2026-10-19 Read more