Kecupan hangat di pipi kiri dan kanan Tama dari Wanda serta Weni meninggalkan rona merah bahagia di wajah pemuda tegap itu. Diana yang duduk bersandar di sofa utama tersenyum manis mengamati pemandangan harmonis di depan matanya. "Sudah-sudah, anak bujang Mama jangan digendong terus sama kalian berdua," goda Diana dengan nada suara anggun nan hangat. "Biarin, Ma! Kan jarang-jarang aku bisa meluk Mas Ganteng yang lagi pakai sweater baru pilihan aku," balas Weni melepaskan pelukannya perlahan sambil tertawa renyah. Wanda mengusap lembut bahu Tama, merapikan lipatan syal wol biru yang membalut leher sang pemuda dengan tatapan penuh kepasrahan emosional. "Mbak mau ke kamar atas dulu ya, mau mandi sama ganti baju santai," pamit Wanda berbisik lembut di dekat telinga Tama. "Iya, Mbak Wanda. Nanti kalau butuh bantuan panggil saya aja ya," jawab Tama penuh p
Última actualización : 2026-10-23 Leer más