"Tenang dulu, Mbak Wina," bisik Tama seraya menuntun kakak tirinya yang tampak lemas itu duduk di kursi kerja melamin hitam. "Mana berkas yang bikin Mbak pusing?" Wina menyodorkan tablet serta tiga jilid laporan cetak dengan tangan agak gemetar, kemeja putih transparannya naik sedikit memamerkan lekuk hourglass pinggangnya yang sangat ketat. Tama segera menarik kursi putar di sebelah Wina, jemari tangannya bergerak lincah di atas layar tablet, menata susunan matriks investasi yang berantakan. Cuma butuh waktu kurang dari lima menit bagi pemuda delapan belas tahun itu untuk memetakan alur kas harian, memperbaiki keliru rumus di lembar kerja, dan menyusun ringkasan eksekutif yang amat rapi. "Selesai, Mbak," tutur Tama seraya menyodorkan kembali tablet itu di depan wajah Wina. "Grafik deviasinya sudah Tama luruskan, data pengeluaran fiktif dari tim keuangan juga sudah Tama isolasi di tabel terp
Última actualización : 2026-09-09 Leer más