Kedua pengawal berbadan kekar itu melangkah maju dengan derap langkah berat, siap mencengkeram pergelangan tangan Wanda yang sudah gemetaran ketakutan. Sebelum jemari kasar pengawal terdepan berhasil menyentuh kulit mulus sang kakak tiri pertama, tubuh tegap Tama sudah berdiri kokoh memblokir pergerakan mereka. "Lepasin tangan Kak Wanda sekarang," perintah Tama dengan suara rendah, tenang, namun memancarkan ancaman bahaya yang teramat nyata. Derry melangkah maju seraya berkacak pinggang, menatap remeh pemuda delapan belas tahun yang berani berdiri menghalanginya. "Lo cuma anak ingusan tumpangan di rumah ini, ndak usah ikut campur urusan rumah tangga gue!" bentak Derry dengan cemoohan kasar. "Wanda itu istri gue yang sah! Dia cuma wanita tidak berguna yang cuma tahu menghabiskan uang, dan sekarang malah kabur dari rumah kayak kelinci penakut!" Mendengar makian kasar dari suaminya
Última actualización : 2026-09-13 Leer más