Dada tegap Tama terasa hangat saat tubuh seksi Wina masih bersandar erat di sana. Isak tangis pelan mulai terdengar dari bibir merah eksekutif muda itu, membasahi kain kaus hitam yang dikenakan Tama di teras depan.Tama mengelus rambut panjang Wina dengan lembut, membiarkan wanita itu meluapkan seluruh emosi yang membelenggunya selama bertahun-tahun."Udah, Mbak... semuanya udah beres. Manusia itu nggak bakal berani ganggu kamu lagi," bisik Tama pelan di dekat telinga Wina.Wina mendongak perlahan, menatap wajah polos Tama dengan mata memerah yang berkaca-kaca."Aku... aku masih nggak percaya, Mas Ganteng. Bertahun-tahun aku merasa dikejar bayang-bayang ketakutan gara-gara ancaman dia," adu Wina dengan suara bergetar manja."Sekarang dokumen ini resmi jadi bukti kalau kamu bebas murni. Nggak ada satu orang pun yang bisa menekan kamu lagi," sahut Tama memperlihatkan kertas bertanda tangan Bobi.Diana yang memperhatikan dari balik pintu kaca teras melangkah mendekat dengan senyuman lega
Última actualización : 2026-09-18 Leer más