Pak Reza mengangguk.“Cepat, Yah. Takut nanti dia kabur!” Bu Lela nyaris berteriak.Pak Reza, yang badannya juga tambun, bergerak secepat dia bisa. Bu Lela mengikutinya dari belakang. Di tengah koridor mereka bisa melihat seorang perempuan berjaket, turun dari motor, membuka helm… bukan Tiara.Keduanya spontan berhenti. Saling menatap. “Bukan ternyata, Mah,” desis Pak Reza. “Mungkin betul kata ibu itu, Tiara sudah pergi dari sini.”“Ck, mana mungkin, Yah. Tiara baru pergi tiga hari dari rumah, mana ada nge-kost cuma tiga hari. Kita balik ke ibu itu, biar aku yang paksa….” Bu Lela melangkah bergegas kembali ke rumah Bu Munji.Sang empunya rumah sudah dalam keadaan duduk di teras. Tampak lebih santai dari ketika Bu Lela tinggalkan tadi. Dia tersenyum saat kedua orang tua Tiara itu berangsur mendekat.“Bu, jangan kira kami hanya menggertak ya.” Bu Lela menghembus napas, sedikit ngos-ngosan karena tubuh gemuknya rentan capek jika dibawa jalan terlalu cepat.“Saya juga bicara apa adanya, B
Dernière mise à jour : 2026-09-18 Read More