Pagi harinya Pevita muncul di ruang makan dengan rambut basah.Tiwi yang sedang menyiapkan piring, langsung tersenyum simpul sembari melirik Bu Nita. “Cie, cie… Nyonya besar, sebentar lagi punya cucu.”“Oh iya dong, Wi. Menantuku yang ini kan subur. Pasti anaknya banyak, cantik-cantik kayak mamanya, ganteng kayak papanya.” Bu Nita merangkul Pevita, mencium kepala menantunya itu sekilas. Seraya berbisik, “Pokoknya kamu tenang ya. Bunda selalu di pihakmu.”“Makasih, Bun.” Pevita tersenyum lebar. Meski sejujurnya dia tidak bisa tenang seratus persen.Tak berapa lama, Dion bergabung. Sudah dalam keadaan rapi. Wajah lelaki itu akhirnya terlihat sumringah, setelah beberapa hari sering cemberut.“Bunda nanti ikut kamu sampai ke rumah Bu Dewo ya,Yon. Hari ini kami mau senam di taman kota.” Sambut Bu Nita begitu Dion mengambil duduk. Dan lelaki itu merespon dengan anggukan kepala.&ld
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-10-03 อ่านเพิ่มเติม