Gavin masuk berikutnya. Pria berkemeja flannel ini duduk tegak, melipat kedua tangannya di atas meja dengan ekspresi sangat serius."Sebutkan nama dan statusmu di Wisma Asri untuk catatan saya," buka Rehan."Nama saya Gavin Prasetya. Saya tinggal di Kamar 04 sejak dua tahun lalu," jawab Gavin lantang, seolah sedang melakukan wawancara kerja. "Dan langsung saja, Mas Rehan. Kalau pihak sana butuh pengakuan, saya, Gavin, sangat menyukai Mbak Sri."Rehan menghentikan penanya di udara. "...Apa?""Saya tidak berbohong. Dan jujur saja, bukan cuma saya. Semua pria di rumah ini, termasuk yang pura-pura alim di luar sana pasti punya rasa suka sama Mbak Sri. Dia cantik, mandiri, perhatian, dan ditinggal suami yang tidak tahu diri. Cowok mana yang tidak kepikiran?""Gavin, tuduhannya adalah perzinaaan, bukan rasa kagum," tegur Rehan dengan nada menekan."Saya tahu! Makanya saya perjelas," lanjut Gavin, matanya menyala. "Suka itu manusiawi, Mas. Tapi say
Última actualización : 2026-10-03 Leer más