Matahari sore baru saja tergelincir di balik deretan pohon mangga di halaman Wisma Asri. Sebuah mobil minibus abu-abu berhenti tepat di depan gerbang berpagar besi tempa hijau. Suara mesinnya mati, disusul bunyi pintu mobil yang terbuka dan derit koper besar yang diturunkan ke atas lantai semen.Mas Bayu menyapu pandangannya ke sekeliling halaman. Setelah hampir satu bulan lebih mengasingkan diri di mess proyek akhirnya ia kembali. Debu proyek dan aroma semen yang biasa menemaninya kini berganti dengan wangi bunga melati dari pekarangan Wisma Asri yang akrab.Belum sempat Mas Bayu melangkah tiga tindak, pintu utama wisma terbuka lebar."Nah, benar kan kata gue! Mas Bayu sampai!" seru Raka, penghuni paling lantang, sambil berlari kecil menuruni tangga teras.Satu per satu penghuni Wisma Asri keluar. Dimas, Leo, Nico, Mas Rehan, Pak Doni, Bimo, Fahri, hingga Gavin merangsek maju. Suasana seketika riuh."Halo, Mas! Akhirnya balik juga ke peradaban!" D
Última actualización : 2026-10-18 Leer más