“Sudah tiga bulan, Raka! Mau sampai kapan kamu mikirin mantan istri nggak tahu diri dan matre itu? Udah, sore ini kamu berangkat ke desa, pantau kebun yang mau Kakek jual,” titah Kakek Budi menggelegar.Sementara pria di depannya, Bumi Raka Handoko yang akhir-akhir ini minta dipanggil Burhan, hanya bisa menghela napas panjang sambil memijat pelipisnya yang berdenyut.Pria itu terdiam lama. Niatnya ingin menolak, tapi ingatan terkutuk justru berputar liar di kepalanya. Pemandangan ranjang kamarnya tiga bulan lalu, saat mantan istrinya bergumul dengan sahabatnya mendadak terasa nyata lagi di pelupuk mata.“Ah ... Enak, Mas Danu! Gak kalah sama punya Raka. Suamiku itu, kalau gak kaya, mana mungkin aku mau nikah sama dia!”Perkataan mantan istrinya itu sukses membuat dada Burhan bergemuruh hebat menahan muak luar biasa.“Cepat kamu siap-siap. Begitu sampai di sana, kamu langsung temui Pakde Darmo yang selama ini jagain rumah kakek. Pakde dan anak-anaknya nanti bakal bantuin kamu selama di
Last Updated : 2026-08-28 Read more