AKAN KUTUNGGU- 12 Sama-sama Sakit "Kabar baik. Kamu apa kabar, Sis?" Indra tersenyum ramah seraya mengulurkan tangan, menyalami gadis yang berdiri elegan di sebelah Khaisar."Baik juga, Mas. Nih, aku sudah mantap mau menetap di Surabaya. Sudah bosen bolak-balik ke luar negeri terus," sahut Amara riang. Binar matanya memancarkan kehangatan yang tak dibuat-buat. Dia gadis dengan karakter ekstrovert."S2-mu sudah selesai?""Sudah, dong. Makanya aku pulang. Agak lambat selesai, Mas. Aku nggak fokus sih." Amara terkekeh."Tapi selamat ya, akhirnya lulus juga kamu.""Thank's, Brother."Saat Amara mengobrol dengan Indra, Khaisar diam membisu dengan wajah dingin. Pria bertubuh tinggi menjulang itu menyandarkan punggungnya, menatap lurus ke arah panggung di mana sebuah band akustik tengah membawakan lagu bernuansa syahdu.Amara kemudian beralih, tersenyum manis sambil menjabat tangan Nindiya. "Hai.""Hai, Mbak Amara.""Panggil Amara saja. I'm twenty seven now. And you?""Twenty six," jawab N
Last Updated : 2026-09-10 Read more