Khaisar menyandarkan punggung, memasang wajah sedingin es. "What is it about, Pa?"Pak Hangga berdeham pelan, menatap putranya dengan sorot mata penuh ketegasan. "Ini tentang kelanjutan perjodohanmu dengan Amara. Papa tidak mau kamu terus-terusan mengulur waktu. Lebih baik disegerakan saja.""Betul, Khai," sela Bu Juliana cepat. Menyunggingkan senyum manis yang kini justru terlihat begitu culas di mata Khaisar. "Amara itu gadis yang sangat baik, cantik, dan terpelajar. Latar belakang keluarganya setara dengan kita. Jika kalian bersatu, kalian bisa jadi partner yang sangat solid untuk membesarkan perusahaan."Khaisar tersenyum sinis sambil menyilangkan kakinya. "Kami tidak saling mencintai. Bagaimana mungkin aku menikahi wanita yang sama sekali tidak ada di dalam hatiku?"Bu Juliana tersenyum. "Cinta itu akan datang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, Khai. Yang paling utama sekarang adalah stabilitas. Kita butuh aliansi strategi yang kuat untuk tetap mempertahankan dan mema
최신 업데이트 : 2026-10-02 더 보기