Kalingga melepaskan pagutan bibirnya, menyisakan napas Araya yang memburu parau. Ibu jarinya mengusap bibir bawah Araya yang kini memerah basah. "Kamu suka, hm?" gumam Kalingga rendah, menatap lekat bibir Araya. Araya mencoba memalingkan wajah, menyembunyikan rona merah yang membakar pipinya. "Jangan begini, Mas... besok aku harus bangun pagi, ngurusin Dean..." Kalingga terkekeh kecil, sembari mengelus pinggang Araya, lalu menariknya makin merapat. "Ada pelayan lain yang bisa urus Dean. Fokusmu sekarang cuma melayani saya." "Nghh..." Suara Araya gemetar saat merasakan jari-jari Kalingga mulai menyusup ke balik tanktop-nya. "Mas Lingga, nanti ada yang dengar..." "Kamar saya kedap suara, Araya," jawab Kalingga datar. Tangan pria itu makin berani, mengusap kulit perut Araya hingga perempuan itu merinding hebat. "Mau kamu teriak sekeras apa pun, tidak bakal ada yang datang." Araya menahan napasnya, mencengkeram bahu Kalingga saat ciuman pria itu merayap makin turun. "T-tapi aku be
Last Updated : 2026-09-07 Read more