Di dapur, Bik Nah sedang sibuk memotong buah. Wanita paruh baya itu menoleh dan tersenyum hangat saat melihat Araya datang. "Eh, Mbak Araya. Mau ambil apa, Mbak? Biar Bibi yang siapkan," tawar Bik Nah ramah. "Nggak usah, Bik. Biar saya saja," jawab Araya cepat, berusaha menyembunyikan nada suaranya yang agak serak. "Ini... Pak Kalingga minta dibuatkan kopi hangat yang baru. Terus kata Pak Kalingga, sekalian minta disiapkan cemilan buat Dean." Bik Nah terkekeh pelan sambil mengambil cangkir keramik. "Pak Kalingga itu kalau kerja dari rumah memang sukanya ngopi terus, Mbak. Tapi aneh ya, biasanya beliau paling benci berisik kalau lagi kerja. Kok ini malah kerja di kamar Den Dean?" Araya mendadak salah tingkah. Benci berisik? Yang ada dia sengaja mau ngerjain aku, batinnya kesal. "M-mungkin Pak Kalingga cuma mau sambil ngawasi Dean, Bik," jawab Araya seadanya, berpura-pura sibuk menata biskuit anak-anak di atas piring kecil. "Bisa jadi sih, Mbak. Sejak Mbak Araya kerja di sini
Last Updated : 2026-09-24 Read more