Setelah keluar dari ruang rapat yang mencekam itu, Amara langsung menuntun langkahnya menuju ruang kerja VIP khusus CEO di lantai atas, diikuti Raka yang menutup pintu rapat-rapat. Begitu pintu terkunci, Amara langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi kerja, memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri."Gila, Ka. Aku nggak nyangka Haryo berani main di belakangku sampai sefatal ini," ujar Amara, suaranya bergetar antara marah dan kecewa. “Ini karena klien teman kuliah aku aja, makanya dia masih mau negur baik-baik. Coba kalau klien penting, dan nggak mau mentolerir sedikit kesalahan?”Raka berjalan mendekati meja kerja, meletakkan tas dokumen, lalu bersandar santai di tepi meja. "Kan udah aku bilang tadi, Ra. Mukanya Haryo sama Doni itu nggak mencerminkan muka orang yang bingung karena kualitas turun. Oiya, kamu kenal dengan Thomas.""Kenapa kamu tanya tentang dia?" tanya Amara yang menatap waspada ke arahnya.“Aku dengar mereka menyebut nama itu,” jawab Raka dengan nada santai. Namun, diri
Last Updated : 2026-10-09 Read more