Tepat pukul dua belas siang, Raka melangkah keluar dari ruangan driver di lantai bawah. Ia menaiki lift eksekutif menuju lantai teratas, menepati janjinya pada Amara.Ketika pintu lift terbuka di lantai paling atas, Raka berjalan tenang melewati meja sekretaris. Emma yang sedang merapikan beberapa dokumen langsung mendongak dan tersenyum penuh arti. "Siang, Pak Raka. Wah, tepat waktu banget ya. Bu Amara udah menunggu di dalam dari sepuluh menit yang lalu. Masuk aja, Pak, makan siangnya sudah diantarkan ke dalam.""Siang, Bu Emma. Terima kasih ya," jawab Raka ramah dan dengan dahi yang sedikit berkerut melihat senyuman aneh di wajah wanita muda itu. Tak mau berpikir lama, Raka mengetuk pintu kayu besar itu dua kali sebelum memutar kenopnya.Begitu pintu terbuka dan Raka melangkah masuk, suara pintu yang terkunci otomatis langsung berbunyi di belakangnya. Di dalam ruangan yang sejuk dan wangi itu, Amara rupanya sudah melepaskan blazer kerjanya, dan menyisakan kemeja putih sutra yang mel
Last Updated : 2026-10-26 Read more