"Percuma kalau tanya langsung ke Ray, soal Dewi.""Karena Kakak merasa dia nggak mungkin mengaku?" tebak Rinna."Ya. Tepat, begitu maksudku," jawab Nania. "Jadi, aku akan menunggu."Rinna mengembuskan napas pendek, seperti ikut lelah dengan urusan rumah tangga kakaknya. "Tunggu apa?""Sampai punya bukti."Nania menunduk, memainkan ujung kain bajunya. Ada begitu banyak pertanyaan yang berputar di kepalanya sejak kejadian di klinik. Kalau Ray memang tidak melakukan apa-apa, tentu dia bisa menjelaskan.Tetapi kalau ada sesuatu yang disembunyikannya, Nania ingin melihat sendiri bagaimana suaminya akan menyusun cerita."Kakak perlu bertanya apakah dia ada ke klinik sore itu," kata Rinna kemudian.Nania mengangkat wajah."Hanya untuk mendengar apa jawabannya. Nggak usah dilawan. Nggak usah langsung bilang Kakak melihat dia di sana.""Tapi, kalau aku nggak tahu dia sudah pulang atau belum, kita kembali ke vila buat apa?"Rinna terdiam sebentar.Memang benar. Sejak Ray ke kota, mereka tidak b
Dernière mise à jour : 2026-09-15 Read More