Selama dua tahun pernikahan, tidak pernah ada sentuhan seperti ini. Rian selalu menolaknya dengan alasan lelah, alasan impoten, atau sekadar menghindar setiap kali malam tiba. Aira hidup dalam kekeringan batin dan raga, memendam haus luar biasa yang tidak pernah terpuaskan oleh pelukan hampa suaminya. Dan sekarang, di atas tempat asing ini, ia dijamah begitu intens, seolah dirinya adalah satu-satunya perempuan. Rasa haus itu membuncah, mendesak naik melampaui batas kewarasan. Aira menarik tengkuk Devan kembali, mempertemukan bibir mereka dalam ciuman putus asa. Batas-batas pakaian bawah mereka akhirnya tanggal dalam sentuhan yang kian tak beraturan, meleburkan dua tubuh yang sama-sama terbakar oleh dendam, kekecewaan, dan hasrat yang lama terkunci. "Aaahhh ..." Aira mendesah saat sentuhan Devan kian intens di bagian bawahnya. Membuat pikirannya melayang tak tentu arah. Tangan Aira meremas kuat rambut Devan, membuat tubuh mereka menyatu dengan begitu dalam. Hentakan demi hent
Last Updated : 2026-09-03 Read more