"Luka di pipimu ..." gumam Leo tanpa sadar, memperhatikan memar kecil di wajah Arkana. "Kenapa?"Arkana mengusap hidungnya, meninggalkan sedikit noda es krim di pipinya yang lain. "Jatuh di sekolah tadi, Om."Leo terkekeh pelan. Tanpa ragu, pria itu mencabut sapu tangan kain dari saku jasnya. Dia berlutut dengan satu kaki, menyamai tinggi badan Arkana, lalu mengusap noda cokelat cemong di sekitar bibir dan pipi Arkana dengan sangat telaten dan lembut."Makan es krim sampai cemong begini," kata Leo dengan suara yang sangat halus, jauh dari kesan dingin yang biasa dia tampilkan pada orang lain. "Namamu siapa, Jagoan?""Alkana, Om. Dipanggil Alka," jawab bocah itu jujur.“Alka?” tanya Leo untuk memastikan. “Alka, Om … ALKA!” tegas Arkana. Namun lidah cadelnya masih sulit menyebutkan huruf R dengan benar. Beruntungnya, Leo langsung paham. " Oh, Arka. Nama yang gagah seperti orangnya,” puji Leo seraya mencubit pipi gembul Arkana. "Om siapa? Kok, Alka baru pernah lihat Om di kantol Mam
Última actualización : 2026-09-04 Leer más