Darah Kinara mendadak berdesir dingin. Punggungnya menegang kaku, meremas tangan kecil Arkana dengan jemari yang gemetar kaku saat mendengar suara selot pintu di sebelahnya terdorong terbuka. Namun, ketakutan hebat yang membakar dada Kinara seketika menguap begitu sosok pria paruh baya mengenakan pakaian santai keluar dari unit tepat di seberang mereka seraya membawa kantong sampah. Tetangga itu tersenyum sopan seraya menganggukkan kepala pada mereka. Kinara mengembuskan napas panjang yang tertahan di tenggorokan. Rasa lega yang luar biasa menjalar ke seluruh tubuhnya. "Ada apa, Mbak? Kok mukanya tegang begitu?" tegur Sarah sinis, menatap Kinara dengan dahi bertaut curiga. "Tidak ada apa-apa. Ayo cepat masuk lift, nanti Arka terlambat ke sekolah," pangkas Kinara cepat dan dingin, membimbing Arkana melangkah masuk ke dalam lift sebelum Sarah sempat menanyakan hal lain. Begitu pintu lift tertutup rapat dan derunya merendah turun, pintu
Last Updated : 2026-10-29 Read more