Lampu gantung porselen menyebarkan cahaya hangat di dalam ruang VVIP sebuah kafe privat di kawasan Senopati. Ruangan itu kedap suara, terisolasi total dari bisingnya jalanan ibu kota. Kinara duduk tegap di sofa kulit, menatap layar laptop yang menampilkan draf awal tesis S2 milik Leo. Di hadapannya, beberapa lembar dokumen analisis strategi pasar berserakan di atas meja kaca. "Metodologi penelitian di bab dua ini terlalu riskan, Leo," ujar Kinara dengan nada profesional, mengetukkan pulpennya ke layar. "Jika kamu menggunakan variabel pasar Asia Tenggara tanpa memperhitungkan fluktuasi mata uang, hipotesismu akan mudah dipatahkan saat sidang." Leo yang duduk di samping Kinara bukannya memperhatikan layar, melainkan menopang dagunya seraya menatap profil samping wajah Kinara tanpa berkedip. Manik mata hitamnya berkilat jenaka. "Lalu, menurut Dosen Privatku yang cantik ini, variabel apa yang harus aku tambahkan?" bisik Leo dengan suara bariton rendah yang amat hangat. Kinara menghel
Last Updated : 2026-10-02 Read more