Usaha Kinara untuk mengusir Leo dari desa berujung sia-sia. Dengan senyum polos tanpa dosa, pemuda itu menolak mentah-mentah untuk kembali ke Jakarta. Leo bahkan nekat menumpang inap di rumah kayu peninggalan kakek Kinara, beralasan ingin "menjaga" keselamatan anak dan ibu itu. Siang harinya, suasana di halaman rumah berubah menjadi medan perang dingin yang sarat ketegangan. Radit datang kembali membawa papan kayu dan perkakas untuk memperbaiki atap saung depan yang bocor. Dengan sikapnya yang ramah, santai, dan penuh perhatian, Radit dengan baik hati membantu Kinara. "Kinara, pegangkan bagian ujung papan ini sebentar ya," ujar Radit hangat seraya tersenyum manis. Namun, sebelum jemari Kinara sempat menyentuh papan kayu tersebut, sosok Leo sudah lebih dulu menyela di antara mereka. Leo meraih papan itu secara kasar, menyunggingkan senyum miring yang penuh ancaman dan ketegangan terselubung. "Biar saya saja, Mas Radit," potong Leo dengan suara bariton rendah yang menekan. "Ibu mana
Last Updated : 2026-10-01 Read more