"Satu minggu?" cicit Olivia seraya mengepalkan kantong peraknya erat-erat. "Artinya aku harus terus berkutat dengan bahan-bahan anehmu itu?"Yvaine mencondongkan tubuhnya, terkekeh manis. "Kenapa? Kamu takut, Koki manis?""Siapa yang takut?!" seru Olivia gengsi. "Tantanganmu bakal kuterima sampai tuntas!"Hari-hari berikutnya berlalu bagaikan gelombang keajaiban di dapur Penginapan Rambusa. Selama seminggu penuh, Yvaine tak pernah berhenti menguji Olivia. Wanita berambut perak itu terus menyodorkan bahan-bahan ekstrem yang tak pernah Olivia lihat seumur hidupnya, mulai dari Hati Basilisk yang beracun keras, Daun Mandragora yang menjerit, hingga Telur Burung Phoenix yang panas membakar.Namun, Olivia tak gentar. Mengandalkan tajamnya indra penciuman, kepekaan lidah, serta pengalaman kuliner masa lalunya, ia selalu menemukan formula tepat. Tangan lincahnya mengolah racun menjadi penawar, mengubah keasaman tajam menjadi gurih yang memikat, dan meracik rasa pahit menjadi kehangatan yang m
最後更新 : 2026-09-26 閱讀更多