Olivia menggenggam kunci besi berkarat itu erat-erat. Rasa heran membendung di kepalanya, tetapi kelelahan fisik membuat kakinya terus bergerak."Terima kasih, Nenek," bisik Olivia pelan."Naiklah. Jangan keluyuran ke lantai atasnya lagi," sahut Nenek tua itu tanpa berpaling dari meja kasirnya.Olivia menaiki tangga kayu pertama dengan hati-hati. Suara kayu berderit nyaring bergema di lantai dasar yang kumuh. Namun, begitu kakinya memijak anak tangga terakhir dan memasuki lorong lantai dua, napasnya seketika tertahan."Loh? Ini... penginapan yang sama?" gumam Olivia terperangah.Lantai dua penginapan itu sama sekali berbeda dengan lantai dasar yang berdebu dan bobrok. Karpet merah tebal terbentang rapi di sepanjang koridor. Dindingnya terbuat dari kayu jati tua yang dipoles hingga mengkilap, memancarkan aroma terapi kayu manis yang menenangkan. Barang-barang yang ada di sana memang tampak tua, tetapi berkesan sangat klasik, elegan, dan bersih tanpa setitik debu pun.Di lorong luas itu
Last Updated : 2026-09-22 Read more