Jon akhirnya kembali, masih dengan berkas di tangan, berbisik. “Eli, ada kabar buruk dan kabar baik. Kamu mau dengar yang mana dulu?”“Dua-duanya sekaligus, Jon,” bisik Elia, merasakan tangannya mulai dingin, takut mendengar kabar buruk itu.“Kabar buruknya, Dave diopname,” bisik Jon lagi. Elia langsung lemas dan membekap mulutnya. “Jangan sedih dulu, Eli, karena masih ada kabar baiknya,” Jon menyengir. Sedih di wajah Elia berubah antusias. “Kabar baiknya, Bu Tika mengijinkanku membesuknya asalkan tutup mulut. Para staf tidak boleh tahu.”“Wah, bikin iri, Jon,” seru Elia dengan suara rendah. “Kalau begitu, aku nitip salam, ya, kepadanya.”Jon menggeleng, “Tidak mau.”“Kenapa, Jon?” Elia kecewa.“Karena kamu bisa melakukannya sendiri,” jawab Jon.“Hah, maksudnya?” Elia belum paham.Jon menyeringai lebar. “Aku sudah minta ijin Bu Tika, kamu boleh ikut, karena bawahan Pak Dave juga. Pembahasan soal pacarmu waktu itu ternyata berguna juga. Bu Tika jadi tidak perlu waswas k
Last Updated : 2026-10-03 Read more