“Maksud kamu?!” Gyana menoleh dan apesnya itu membuat jarak bibir dan hidungnya tinggal beberapa inci dari sebelah pipi si pria yang kemarin mengajaknya berkenalan. Gyana semakin panik, khawatir pria menyebalkan itu balas menoleh dan membuat pandangan aneh para pekerja tertuju ke mereka. “G, aku… Wah! Kalian… ? “ Munculnya Valerie membuat Gyana spontan mundur selangkah. “Jangan salah paham, Vale.”Gyana juga menarik tangan pria yang selalu membuatnya kesal. “Kamu ikut aku.” “Dengan senang hati, Nona.” Pria yang tidak lain adalah Nael itu tersenyum lagi, kali ini disertai kerlingan jahil pada Gyana. Gyana melotot tajam, memberi peringatan agar Nael tidak melakukan hal-hal aneh apalagi di depan pekerja dan Valerie. Bisa jadi bahan candaan atau gosip nanti. Gyana sangat tidak menyukai hal itu. Menjadi pusat perhatian membuat Gyana tidak nyaman. “Kamu juga ikut, Vale.” Suara Gyana lebih melunak pada Valerie. Valerie yang masih terkejut sekaligus geli itu langsung mengangguk. Tentu
Last Updated : 2026-09-17 Read more