“Jangan tegang, Gyana. Aku pernah menjadi pembalap kok, jadi jangan khawatir dengan keahlian mengemudiku,” gurau Nael sengaja mencairkan ketegangan yang tercipta di antaranya dan Gyana. Gyana menoleh dan berusaha bersikap biasa. “Maaf merepotkan kamu.” Nael tertawa pelan, seakan-akan mengantar Valerie dan Gyana bukanlah hal berat. Padahal Gyana sudah hampir mati kutu duduk di samping pria itu. “Jangan lupa pasang sabuk pengamannya.” Gyana merutuki kealpaannya. Akibat rasa gugup yang menyergap dirinya, ia bahkan lupa dengan hal sepenting itu. Gyana meletakkan tas di pangkuannya lalu menarik seatbelt dengan tenang. Namun, ketenangannya tiba-tiba berubah panik. Seatbelt tersebut sulit sekali dijangkau. Gyana berusaha menariknya, tetapi semesta seperti sedang mempermainkannya karena tali benda itu malah tersangkut di sela sandaran. “Maaf, biar aku bantu, ya.” Nael tiba-tiba saja sudah memiringkan tubuh dan mendekat pada Gyana. Gyana spontan membeku. Napasnya tertahan, meski hidungn
Last Updated : 2026-10-09 Read more