Aduh, maaf saya—”Tangan Gyana turun dari pipi Nael. “Masuk saja.” Gadis muda berseragam pelayan kafe itu melanjutkan langkahnya dengan wajah tertunduk. Gyana pun menggeser duduknya agar tidak duduk terlalu dekat dengan Nael. Pusat perhatiannya kali ini hanya tertuju pada makanan yang baru diletakkan di meja. Tampak sangat menggugah selera.Sementara Nael tidak kunjung mengeluarkan suara. Wajahnya sudah kembali normal. Namun, ia masih belum berani melihat langsung pada Gyana. “Ini menu best seller kita, Nona, Tuan. Khusus untuk Nona dan Tuan, pemilik kafe meminta beberapa menu ini dikeluarkan. Semoga tidak mengecewakan.” “Makanannya lumayan banyak, ya. Bos kamu baik banget. Sampaikan ucapan terima kasih kepadanya, ya.” Pelayan tersebut mengangguk sembari menunjukkan senyum ramahnya. Beberapa kali, Gyana mendapati mata gadis itu melirik singkat ke arah Nael. Gyana tebak, gadis ini sepertinya adalah salah satu dari sekian banyak fans Nael. “Iya, Nona. Selamat menikmati.” Setelah
Last Updated : 2026-09-28 Read more