"Kamu kapan datang, Tania?” tanya Sean, berusaha menyamarkan raut bingungnya karena kehadiran Tania di kamar. Saat Sean terbangun dari tidurnya yang cukup lama, alih-alih Gyana yang menemaninya. Padahal dalam ruang bawah sadar pria itu, telinganya mendengar suara Gyana. Namun, ternyata itu hanya mimpi. Nyatanya, sekarang justru Tania yang menemani dan menyiapkan beberapa buah potong untuknya. Gadis dengan pribadi ceria itu mengulas senyum hangat seperti biasa. “Hai, Kak. Kamu sudah sadar?” Kepala Sean masih terasa pening. Tenggorokannya juga sangat tidak nyaman. Sean berusaha untuk duduk bersandar di kepala ranjang. “Kamu sudah lama di sini?” ulang Sean, mengingat jadwal padat Tania. Biasanya selesai makan siang begini, ia akan disibukkan dengan pemotretan. “Hmmmh, sekitar satu jam lah. Pas banget saat dokter pulang.” Kening Sean berkerut. “Dokter? Kalau bukan kamu lalu siapa yang memanggil dokter?”“Gyana. Istri kamu sepertinya sangat sibuk. Begitu dokter pulang dan aku datang
Last Updated : 2026-10-04 Read more