Pukul tujuh lebih lima belas menit, Dewa sudah siap pergi. Kaos berkerah warna abu dipadu dengan jeans biru belel. Sambil menyampirkan tas ransel di bahunya, pria itu keluar dari kamar.“Kamu mau ke mana, Wa?” tanya Nela saat melihat anaknya sudah rapi.“Aku mau ke rumah teman, Bu. Ada yang minta dikerjakan tugasnya. Lumayan uangnya siapa tahu bisa buat nambah-nambah bayar tagihan besok,” bohong Dewa. “Aku pergi dulu, Pak, Bu.”Dewa mencium punggung tangan kedua orang tuanya, lalu keluar rumah. Untuk menuju halte tujuan, Dewa menaiki bus yang memang melewati halte tersebut.Tidak lama tiba di halte, sebuah sedan mewah berhenti di depan halte. Perlahan kaca mobil turun dan dari baliknya tampak wajah Elisa. “Masuk!” teriaknya.Dewa bergegas masuk ke dalam mobil. Baru saja dia memasang sabuk pengaman, Elisa langsung melajukan mobilnya.“Pekerjaan apa yang harus kulakukan?” tanya Dewa.“Nggak usah banyak tanya!” hardik Elisa sambil melajukan mobilnya.Dewa yang duduk di samping Elisa,
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-08 Mehr lesen