Waktu seolah membeku, menyisakan hanya embusan napas mereka yang saling beradu di udara yang mendingin. Bibir Owen hanya berjarak satu tarikan napas dari bibirnya. Cindy memejamkan mata, membiarkan gravitasi masa lalu menariknya ke dalam pesona kelam pria itu, bersiap menyambut sentuhan yang telah sepuluh tahun ia rindukan.Namun, alih-alih sebuah ciuman, yang terasa adalah embusan napas berat dan panjang menerpa puncak kepala Cindy.Owen memalingkan wajahnya di detik terakhir. Rahang pria itu mengeras hebat, urat-urat di lehernya menonjol menahan gejolak yang nyaris menghancurkan kendali dirinya. Ia menarik napas dalam-dalam, mundur selangkah secara perlahan dan memutus kontak fisik yang memabukkan itu seolah tangan Cindy adalah api yang membakarnya."Kita butuh jarak," gumam Owen dengan suara bariton yang sangat serak, nyaris terdengar seperti sebuah rintihan tertahan. Pria itu mengusap wajahnya dengan telapak tangan, mengembalikan benteng profesionalitasnya yang sempat runtuh, mes
Last Updated : 2026-09-26 Read more