Cahaya pucat matahari pagi yang memantul dari hamparan salju di luar jendela, perlahan mengusir kegelapan absolut di dalam kabin. Badai salju yang semalaman mengamuk bagaikan monster kelaparan akhirnya mereda, menyisakan keheningan pegunungan yang membeku.Di atas karpet tebal ruang tamu, Cindy mengerjap pelan. Ia menarik selimut wol itu lebih rapat ke lehernya. Sisi karpet di sebelahnya sudah kosong, namun masih menyisakan sisa kehangatan tubuh Owen. Ketika kesadarannya kembali sepenuhnya, memori tentang malam yang membara, penyatuan mereka yang intim, dan air mata yang tumpah membanjiri benaknya, membuat rona merah tipis menjalar di pipinya.Namun, realitas taktis segera merenggutnya kembali.Di sudut ruangan, berdekatan dengan jendela yang ditutupi tirai, Owen sudah berdiri tegap. Pria itu telah mengenakan kembali kemeja dan jaket taktis Kevlar-nya. Sikap tubuhnya kaku, matanya yang tajam memindai area pepohonan pinus di luar sana melalui celah sempit tirai. Senjata Glock 19 terge
Last Updated : 2026-10-04 Read more