Pukul enam lewat tiga puluh menit, suasana di sekitar rumah tampak berbeda dari biasanya. Lapak sayur di belakang kecamatan hari ini kosong, tidak ada sosok Rayhan yang sibuk menata dagangan atau melayani ibu-ibu langganan setianya.Di dalam kamar, Rayhan masih terlelap pulas. Pria itu benar-benar mengistirahatkan tubuhnya yang semalam dihantam demam tinggi.Cita yang sudah bangun sejak subuh bergerak sigap. Setelah merapikan tempat tidur dan menyiapkan wadah kue, ia memutuskan untuk tetap berangkat mengantar kue ke warung Bu Is. Dengan menggendong Zain di depan dadanya menggunakan kain jarik, Cita melangkah ringan menuju warung Bu Is yang tidak jauh dari rumah mereka."Pagi, Bu Is," sapa Cita ramah setibanya di warung."Eh, Mbak Cita," balas Bu Is sambil menerima nampan berisi aneka kue basah yang dibawa Cita. "Ini kok...?""Iya, Bu Is. Kue hari ini nggak sebanyak kemarin, soalnya Mas Rayhan lagi sakit, masuk angin semalem gara-gara kehujanan. Jadi saya cuma bisa buat setengahnya aja
Última actualización : 2026-10-26 Leer más