Cita menggeliat pelan, berusaha melepaskan diri dari dekapan erat suaminya, namun lengan Rayhan mengunci tubuhnya dengan begitu kuat dan hangat."Mas, lepasin... Ah!" Cita masih meronta. Lalu berhenti dengan ekspresi kesal. "Lepasin, nggak?! Atau aku pukul pakai sodet?!" ancamnya kemudian sembari menggenggam erat gagang sodetnya.Rayhan hanya diam selama beberapa saat, menikmati kehangatan dan rasa tenang yang entah mengapa selalu berhasil diberikan oleh istrinya. Pria itu kembali menghirup dalam-dalam aroma tubuh Cita. Kali ini ada aroma harum yang samar, bercampur dengan keringat segar yang bercucuran membasahi leher dan dahi Cita."Mas Rayhan, lepas, nggak? Aku benar-benar akan pukul kamu!" ancam wanita itu lagi, semakin kesal dengan suaminya."Diam sebentar, Cit...." gumam Rayhan berbisik di dekat telinga Cita."Tapi lepasin aku dulu! Nanti kuenya gosong!" omel Cita dengan wajah yang mulai memerah, kombinasi antara hawa panas kompor dan rasa malunya.
Terakhir Diperbarui : 2026-10-18 Baca selengkapnya