Jemari Rayhan kini menyentuh sudut bibir Cita, mengusap sebutir nasi itu hingga terlepas dari kulit halus sang istri. Sentuhan hangat dan mendadak di bibir Cita membuatnya seketika membeku. Kedua mata wanita itu membulat kaget. Untuk beberapa detik, waktu seolah berhenti di antara mereka berdua di ruang tamu yang sepi.Rayhan yang baru menyadari tindakannya pun ikut terpaku. Namun, dengan kendali diri yang cepat, ia menarik kembali tangannya, membersihkan butiran nasi itu dari ibu jarinya seolah tak terjadi apa-apa."Makan yang bener," ucap Rayhan pelan, berusaha keras menjaga nadanya agar tetap datar, walau sebenarnya detak jantung di dalam dadanya mendadak bergemuruh jauh lebih kencang dari biasanya. "Makan nasi sampai belepotan begitu. Kaya anak kecil aja."Cita memalingkan wajahnya, menyembunyikan kedua pipinya yang kini merona merah. Rasa nyeri di perutnya seolah hilang seketika, tergantikan oleh sensasi desiran aneh yang mendadak memenuhi seluruh dadanya."A-apa, sih?" bisik Cit
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-08 Mehr lesen