Seketika itu juga suasana menjadi hening. Maria dan Cita terdiam. Keduanya saling pandang, lalu menatap Rayhan secara bersamaan."Adi..." gumam Maria perlahan, meresapi nama itu di pikirannya. Tiba-tiba wajahnya berbinar kesenangan. "Wah! Adi! Boleh juga itu! Kedengarannya simpel, agak maskulin, tapi tetap keren! Aku suka, aku suka! Wah, Mas Rayhan pintar juga, ya!"Saking bahagianya memiliki nama panggilan baru yang disetujuinya, Maria kini mulai dipanggil Adi. Ia resmi menjadi pria dan langsung merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, hendak melompat memeluk Rayhan sebagai bentuk terima kasih."Aaaah, Mas Rayhan, makasih, ya!" seru Adi antusias.Namun sebelum tubuh Adi menyentuh Rayhan, Cita sebagai istri dengan sigap menggeser badannya dan menghalangi langkah Adi sambil tetap menggendong Zain."Eits! Mau ngapain? Jangan main peluk-peluk suami orang, dong!" tegur Cita sambil memelototkan matanya. Sementara satu tangannya terjulur menghentikan tindakan Adi.Adi buru-buru mengerem la
Terakhir Diperbarui : 2026-10-13 Baca selengkapnya