Dua hari berlalu sejak kehebohan yang berhasil membuat Mak Gonjreng lari ketakutan masuk ke dalam rumahnya. Pagi itu, Desa Geger kembali tenang seperti biasa. Rayhan sudah berangkat sejak pagi untuk menjual sayurannya, sementara Cita baru saja selesai mengantarkan titipan kue ke warung Bu Is. Dengan menggendong Zain yang tertidur pulas dalam kain samping, Cita berjalan santai kembali menuju kontrakan."Alhamdulillah, ya, Zain. Kue Mama selalu habis terjual, jadi bisa buat tambahan beli susu dan popok kamu," ucapnya lembut.Zain yang memang terjaga, hanya mengedipkan kedua matanya dan juga menggerakkan bibirnya dengan suara pelan."Mbak Cita...." Tiba-tiba terdengar suara memanggil. Cita menoleh dan mendapati sosok yang ia kenali namun sedikit berbeda.Di persimpangan jalan gang, langkah Cita mendadak terhenti. Sesosok tubuh tinggi kekar tampak berjalan dari arah lain pertigaan."Mariadi?" gumamnya setelah mengkonfirmasi sosok berpenampilan berbeda itu.Maria melangkah mendekat dengan
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-01 Mehr lesen