“Lady, makan dulu,” ujar Daisy.Mara meletakkan pena yang sejak semalam berada di tangannya. Ia mengangkat kedua tangan untuk meregangkan tubuh, lalu memutar pinggang ke kanan dan kiri hingga terdengar bunyi gemeretak dari persendiannya.Setelah menekuk lehernya beberapa kali, ia beranjak menuju meja kecil di dekat jendela. Semangkuk sup, beberapa potong buah, irisan roti, dan secangkir teh telah tersaji di atasnya.“Terima kasih,” ucap Mara sembari menarik kursi.“Lady, Countess meminta Anda menemuinya setelah sarapan.”Mara menggigit sepotong roti, kemudian menyuapkan buah ke mulutnya. “Ada urusan apa?”“Sejak pindah ke mansion ini, Anda belum pernah keluar kamar untuk bersosialisasi. Bahkan saat makan malam, Anda memilih makan sendirian. Countess mengkhawatirkan keadaan Anda.”“Katakan saja aku baik-baik saja.”“Ta-tapi, Lady, kali ini Anda dan Countess mendapat undangan pesta teh dari Marchioness Selena.”“Siapa dia?”“Istri Marquess Dorian, Panglima Perang Kekaisaran Valedron. Kel
Última actualización : 2026-10-17 Leer más