Madam paruh baya itu tersenyum. Ia melangkah mendekat dan meletakkan setumpuk handuk bersih serta sebuah kemeja putih kering di atas nakas."Saya tidak ada niat buruk, Lady. Sepertinya kalian sedang kesulitan. Jika ada yang Lady butuhkan lagi, silakan sampaikan kepada saya. Semoga ini bisa membantu," ujarnya tenang sebelum berbalik dan melangkah keluar, menutup pintu rapat-rapat di belakangnya.Begitu pintu tertutup, Mara menoleh dan menatap Matthew dengan sorot mata menyelidik.Matthew langsung mengangkat kedua tangannya. "Aku tidak memerintahkannya datang, Lady!" bela Matthew cepat, merasa tertuduh oleh tatapan itu.Mara menghela napas pendek, lalu mengangguk singkat. "Sudahlah, letakkan baskomnya di dekat sini."Tanpa membuang waktu, Mara berlutut kembali di sisi ranjang. Ia menyingkap sedikit selimut yang menutupi tubuh Alaric, lalu dengan jemari yang bersih mulai memeriksa area luka di perut sang pangeran lebih cermat di bawah temaram cahaya l
Última atualização : 2026-10-27 Ler mais